Skip to main content

Inilah Mengapa Allah Tidak Menampakkan Adzab Kubur Pada Manusia

Inilah Mengapa Allah Tidak Menampakkan Adzab Kubur Pada Manusia
Kita percaya bahwa setelah kita mati maka kita akan memasuki alam kubur atau juga dikenal dengan alam barzakh. Barzakh merupakan alam yang membatasi alam dunia dan alam akhirat. Jadi, sebelum memasuki alam akhirat kita akan memasuki alam barzakh atau alam kubur.

Barzakh juga menjadi tempat peristirahatan atau persinggahan sementara bagi jazad makhluk hingga dibangkitkan nanti di hari kiamat. Di alam bazakh, si mayit akan bertemu dengan malaikat Munkar dan Nakir yang akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada si mayit. Ada yang berpendapat jika si mayat adalah orang mukmin yang beriman dan diberi taufik, maka yang akan datang adalah para malaikat yang bernama Mubassyar dan Basyir.

Di dalam kubur, malaikat akan menanyakan beberapa pertanyaan berikut ini:

Siapa Tuhanmu?
Apa Agamamu?
Siapa lelaki yang diutus kepadamu (nabimu)?
Siapa yang mengajarimu?

Pertanyaan diatas hanya dapat dijawab oleh orang-orang beriman yang kemudian akan mendapatkan nikmat kubur sebelum mendapatkan surga di akhirat nanti.

Namun, jika si mayit tidak bisa menjawab, maka ia akan mendapatkan siksa atau adzab kubur. Adzab kubur akan dialami oleh si mayit di dalam kubur, namun manusia yang masih hidup tidak bisa mendengar atau melihat azab kubur.

Namun, pernahkah kita berfikir mengapa Allah SWT tidak menampakkan azab kubur kepada manusia? Ternyata dibalik itu terdapat hikmah yang bisa kita dapatkan. Hikmah tersebut yaitu:

Pertama, hikmah pertama yang kita dapatkan adalah hal ini akan menutup aib si mayit. Jika semasa hidupnya si mayit tersebut memiliki kedudukan atau secara lahiriyah (yang tampak) adalah orang shalih, namun ternyata manusia mengetahui bahwa dia diadzab dalam kuburnya, tentu ini akan membuka aib si mayit tersebut di dunia.

Hal ini akan berdampak juga pada keluarga si mayit, mereka akan dihinakan oleh masyarakat karena salah satu anggota keluarganya diazab di dalam kuburnya.

Kedua, apabila Allah menampakkan adzab kubur kepada manusia, maka tidak akan ada manusia yang berani menguburkan saudaranya. Hal ini juga dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW.

"Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan, maka aku ingin berdoa kepada Allah untuk memperdengarkan kepada kalian adzab kubur yang aku dengar."

Abu Abdillah Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, "Para ulama kita menjelaskan bahwa sesungguhnya jin dan manusia tidak mendengar adzab kubur adalah (karena) sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan' [al-hadits]. Allah Ta'ala menyembunyikan (adzab kubur) dari kita -sehingga kita bisa saling memakamkan- adalah karena hikmah dan kelembutan-Nya.

Hal ini disebabkan rasa takut yang meliputi manusia jika mendengarnya, sehingga mereka tidak akan berani untuk mendekat ke pemakaman untuk menguburkan (orang yang meninggal dunia). Manusia bisa jadi binasa jika mendengarnya, karena mereka tidak memiliki kekuatan untuk mendengar adzab Allah di alam dunia ini, karena lemahnya kekuatan mereka."

Ketiga, sebagai ujian keimanan terhadap manusia terhadap hal-hal yang ghaib. Ibnul Qoyyim berkata:

"Jika Allah menghendaki untuk menampakkan adzab kubur kepada sebagian manusia (seperti kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen.) tentu Allah nampakkan dan Allah sembunyikan dari hamba-hambaNya yang lain. Akan tetapi, jika Allah tampakkan kepada seluruh manusia, maka hilanglah beban syariat (taklif) dan (hilang pula kewajiban untuk) beriman kepada perkara yang ghaib. Demikian pula, manusia tidak akan berani memakamkan sebagaimana yang terdapat dalam Shahihain,

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (bersabda), 'Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan, maka aku ingin berdoa kepada Allah untuk memperdengarkan kepada kalian adzab kubur yang aku dengar.' "Oleh karena itu, ketika hikmah seperti ini tidak terdapat dalam diri binatang ternak, maka binatang ternak pun mendengar adzab kubur dan mengetahuinya. Sebagaimana bagal (peranakan kuda dengan keledai) milik Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang berjalan miring dan hampir-hampir melemparkan barang-barang bawaannya ketika melewati orang yang sedang diadzab di kuburnya."

Itulah hikmah mengapa Allah tidak menampakkan Adzab kubur kepada manusia, semoga bisa bermanfaat dan semoga Allah senantiasa melindungi kita dari azab kubur.

sumber

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Dork SQL Injection Lengkap

Kumpulan Dork Untuk Deface Website Lengkap - Oke sob, setelah lama gak berbagi tutorial hacking, kali ini Abang mau berbagi kumpulan dork lengkap untuk deface website. Kumpulan Dork ini dapat  kamu gunakan untuk mencari target website yang vuln terhadap SQLI Injection sob. Oke berikut ini kumpulan dork nya:

check this on:
inurl:iniziativa.php?in=
inurl:curriculum.php?id=
inurl:labels.php?id=
inurl:story.php?id=
inurl:look.php?ID=
inurl:newsone.php?id=
inurl:aboutbook.php?id=
inurl:material.php?id=
inurl:opinions.php?id=
inurl:announce.php?id=
inurl:rub.php?idr=
inurl:galeri_info.php?l=
inurl:tekst.php?idt=
inurl:newscat.php?id=
inurl:newsticker_info.php?idn=
inurl:rubrika.php?idr=
inurl:rubp.php?idr=
inurl:offer.php?idf=
inurl:art.php?idm=
inurl:title.php?id=
inurl:trainers.php?id=
inurl:buy.php?category=
inurl:article.php?ID=
inurl:play_old.php?id=
inurl:declaration_more.php?decl_id=
inurl:pageid=
inurl:games.php?id=
inurl:page.php?file=
inurl:newsDetail.php?id=
inurl:gallery.php?id=

Peta JNE Surabaya Khusus Pengambilan Barang/paket dengan Alamat Surabaya

Peta menuju JNE cabang Surabaya (Ruko Surya Inti Permata Super blok A no. 7-8, Jl. Raya Juanda KM. 3 Surabaya, Telp. (031) 8673885, Fax (031) 8673886) dan Gudang Operasinonal (P) JNE Surabaya (Pergudangan Astrio Baru blok B-11, Jl. Raya Betro no. 60 A Gedangan Sidoarjo - Operasional pengambilan barang/paket pukul 09.00 - 20.00 pada hari senin-sabtu).

Untuk pengambilan barang/paket dengan alamat Sidoarjo, dapat dilakukan di JNE Kantor Perwakilan Sidoarjo dengan alamat Jl. Mojopahit no. 15-17 Sidoarjo (setelah Jl. Gajah Mada, arah RSUD Sidoarjo - dekat pertigaan putar balik ke Surabaya). Info lebih lanjut hubungi JNE Surabaya (031) 8673885.

Perbedaan Mobil Suzuki Carry Pick-Up Flat Deck Dengan Wide Deck

Perbedaan mobil Suzuki Carry Pick-up Flat deck dengan Wide deck ini akan melengkapi pilihan Anda yang memiliki bisnis dan membutuhkan tunggangan yang mampu digunakan untuk mengangkut barang-barang atau produk milik Anda dari satu tempat ke tempat lainnya. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menggunakan mobil ini untuk membuka usaha jasa sewa mobil atau carter mobil untuk orang yang akan pindahan rumah. Menguntungkan, bukan? Dengan cara ini, Anda bisa kredit mobil dengan mudah, karena uang hasil usaha Anda bisa digunakan untuk membayar angsuran. Permasalahannya sepertinya hanya pada mana mobil yang tepat, flat deck atau wide deck? Berikut keunggulannya.

Berikut Perbedaan Mobil Suzuki Carry Pick-Up Flat Deck Dengan Wide Deck

Untuk Anda yang pengepul apel, cabe, bunga, dan atau kayu, serta usaha lainnya mobil pick up Suzuki ini bisa menjadi pilihan terbaik karena telah berinovasi selama 20 tahun. Menyajikan yang terbaik untuk para pencinta Suzuki. Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi. Untuk lebih…