Skip to main content

Kata-kata Sandi yang Digunakan Koruptor

Dalam operasionalnya, para koruptor gemar memakai bahasa-bahasa sandi agar kelakuan mereka tidak mudah tercium publik atau aparat penegak hukum. Kata-kata sandi ini terpecahkan saat penyelidikan hingga sidang kasus-kasus koruptor digelar.

Para koruptor itu ternyata senang membuat kode dengan buah-buahan, mungkin karena mereka ingin hidup 'sehat' dengan melahap 'buah-buahan' itu. Tidak heran beberapa kata sandi mengambil nama buah-buahan. Berikut ini sandi yang digunakan para koruptor dari berbagai kasus:

Apel

Istilah 'apel malang' dan 'apel washington' muncul dalam kasus dugaan korupsi Wisma Atlet SEA Games yang menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin, Mindo Rosalina Manullang dan tersangka Angelina Sondakh. Istilah 'apel malang' dan 'apel wahington' terungkap dalam transkrip percakapan BlackBerry Messenger antara Rosa dan Angelina Sondakh.

Dalam persidangan Rosa, kedua istilah itu kembali terucap. Mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor (10/8/2011) lalu juga menjelaskan istilah 'apel malang'.

Dalam percakapan BBM dengan Rosa, Angelina Sondakh menyebutkan istilah itu. "Soalnya, aku diminta 'ketua besar', lagi kepengin 'apel malang," ujar Angelina dalam percakapan dengan Rosa. Angelina juga menyebut Koster -- diduga I Wayan Koster -- meminta 'apel Malang' juga.

Menurut Yulianis, istilah apel-apel ini dipopulerkan oleh Nazaruddin. "Apel malang bisa diartikan uang lokal, dan apel washington uang dollar," kata Nazar dalam transkrip percakapan BBM-nya.

Semangka

Istilah ini juga muncul dari transkrip BBM yang didapatkan penyidik KPK antara terpidana kasus suap Wisma Atlet, Mindo Rosalina Manullang dengan tersangka Angelina Sondakh pada 2010 lalu.

"Ada seperti apel malang, apel washington, pelumas, semangka," kata Rosa.

Rosa mengatakan artinya ketika ditanya oleh salah satu hakim persidangan yang dipimpin hakim Dharmawati Ningsih di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2012).
"Semangka?" tanya hakim.
"Rupiah," jawab Rosa.

Durian

Duit Rp 1,5 miliar yang diduga sebagai uang terima kasih terhadap pejabat Kemenakertrans dibungkus dalam sebuah kardus durian. Entah kebetulan atau tidak, nama durian sebelumnya pernah muncul sebagai buah yang identik dengan suap.

Saat menangkap Sesditjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2TK) Kemenakertrans I Nyoman Suisanaya, KPK menemukan barang bukti kardus bekas durian berisi uang Rp 1,5 miliar di ruangan lantai 2 gedung Kemenakertrans, Jl Kalibata, Jaksel, Kamis (25/8/2011).

Kardus itu dibawa oleh seorang pegawai Kemenakertrans berinisial S siang harinya dari sebuah bank. Uang tersebut berasal dari rekening milik pengusaha Dharnawati.

"S beli durian, lalu isinya dikeluarkan. Karena terlalu banyak, uangnya dimasukkan dalam kardus bekas durian itu," kata juru bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK.

Nah, bukan kali ini saja durian jadi barang yang identik dengan uang terima kasih. Saat kasus Cicak vs Buaya mencuat tahun 2009, penggunaan istilah durian untuk uang suap sempat membuat heboh.

Dalam rekaman percakapan penyadapan antara Anggodo Widjojo dan Ong Yuliana Gunawan, nama mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga disebut-sebut menerima kiriman durian dari Yuliana. Ada yang menduga durian itu adalah uang terima kasih untuk Ritonga karena membantu Anggodo.

Namun jaksa agung saat itu, Hendarman Supandji membantahnya. Menurut dia, durian yang dikirimkan Ong Yuliana Gunawan kepada Abdul Hakim Ritonga, bukan kata sandi untuk menyebut uang, namun benar-benar buah durian yang kulitnya tajam namun buahnya manis.

"Itu durian beneran Pak," jawab Hendarman menjawab pertanyaan legislator Komisi Hukum DPR. "Beliau (Ritonga) senang durian. Saya kira semua laki-laki juga suka durian," belanya.

Pelumas

Istilah ini sebenarnya paling umum digunakan kalangan awam dengan sinonim 'pelicin', agar semua urusan menjadi lancar. Namun lagi-lagi Rosa yang melakukan percakapan dengan Angelina Sondakh via BBM pada 2010 lalu juga menggunakan istilah ini.

"Kalau pelumas?" tanya hakim yang diketuai Dharmawati Ningsih di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2012).

"Uang," jawab Rosa.


Ketua Besar

Terpidana kasus suap Wisma Atlet, Mindo Rosalina Manullang mengatakan Angie meminta uang untuk kelancaran proyek Kemenpora. "Dia bilang, tolong saya dikejar-kejar. Kalau 'Ketua Besar' kenyang, kita kan enak," kata Rosa menirukan ucapan Angie saat itu.

Namun, Rosa mengaku tidak tahu siapa si 'Ketua Besar' yang dimaksud oleh mantan Puteri Indonesia tersebut. "Waktu itu tahu tidak 'Ketua Besar' siapa? "Saya nggak tahu, dan saya nggak tanya lewat BBM," jawab Rosa.

Pak Lurah

Dalam rekaman perbincangan Nazaruddin dengan penyidik di Mako Brimob pada Senin (15/8/2011) yang didengarkan detikcom, beberapa kali Nazaruddin menyebut istilah Pak Lurah. Namun dalam perbincangan itu Pak Lurah yang dimaksud tidak terkait dengan kasus, hanya figur yang dihormati.

Dalam percakapan itu Nazaruddin bercerita soal aktivitas selama lebaran. Setiap tahun selalu bergantian merayakan lebaran. Pastinya dia selalu mengunjungi keluarganya di Bangun, Sumut dan juga Pekanbaru keluarga istrinya.

"Tentu juga di Jakarta, ke rumah Pak Lurah," kata Nazaruddin dengan tawa.

Soal kata Pak Lurah, klaim Nazaruddin dalam perbincangan dalam rekaman itu, dia mengaku sosok tersebut menginginkan Nazaruddin menghadapi proses hukum, tanpa mengganggu orang lain.

"Kepingin Pak Lurah itu," ucap Nazaruddin.

Nazaruddin kembali menyinggung soal Pak Lurah saat berbicara mengenai kongres PD di Bandung pada 2010 lalu. Dengan enteng dia menyebut kekalahan seorang calon karena terlalu mengandalkan iklan, bukan mendekati DPC.

"DPC emang makan iklan. Ditakuti-takutin juga soal Pak Lurah. DPC itu ada uang ada angka," terang Nazaruddin dengan tawa.

Kebugaran

Saat Rufinus Hutahuruk, kuasa hukum Nazaruddin, menanyakan kepada Rosa mengenai kata-kata sandi yang dipakai Rosa dkk berkomunikasi. Kata itu antara lain 'kebugaran'.

"Itu semua proyek di Kemenpora ada istilah 'kebugaran', itu maksudnya apa?" tanya Rufinus pada Rosa saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2012).

"Itu maksudnya Pak Wafid (Wafid Muharam, eks Sekretaris Kemenpora)," kata Rosa.

Kata 'kebugaran' dan 'Gambir' terkuak dalam komunikasi Rosa saat menjabat Direktur Pemasaran PT Anak Negeri dan Muhammad Nazaruddin pada 22 Juli 2010. Bunyinya antara lain:

"Pagi, Bapak. Hari ini bisa ketemu orang kebugaran, ya, Bapak? Jamnya sehabis Magrib di Senayan City."
"Saya lagi menuju Gambir habis dari olahraga, Pak."

Penyanyi

Terpidana kasus Wisma Atlet Mindo Rosalina Manulang dalam kasus Wisma Atlet mendapat nama sandi 'si penyanyi'. Hal itu diungkapkan Rosa sendiri dalam persidangan� di Pengadilan Tipikor, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2012).

"Itu Pak Paul Newan dan Paulus Iwo. Mereka bilangnya proyek yang Senayan ke sana dibilang 'kebugaran' saja. Saya juga dipanggilnya bukan Rosa tapi 'si penyanyi'," jawab Rosa. Tak urung, pengakuan Rosa disambut tawa pengunjung sidang.

Maktab

Informasi yang dikumpulkan detikcom, para aktor kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran ini kerap sekali menggunakan istilah-istilah berbahasa Arab dalam percakapan mereka. Penyidik KPK sempat dibuat bingung dengan adanya kode-kode ini. Beruntung, arti istilah yang digunakan, tidak berbeda jauh ketika dialihbahasakan ke bahasa Indonesia.

Istilah-istilah itu digunakan untuk berbagai keperluan, seperti melakukan pertemuan tersembunyi, pemberitahuan adanya proyek dan juga mengenai imbalan.

"Mereka menggunakan bahasa-bahasa Arab seperti Toyyib (baik) dan Maktab (tempat atau pemondokan). Menyelidiki kasus ini, kita benar-benar dibuat mengelus dada," ujar salah seorang pejabat KPK yang menangani kasus ini.

Pejabat ini mengambil kesimpulan, istilah-istilah yang digunakan para 'pemain' terkait dengan lingkungan mereka. Istilah bahasa Arab muncul karena lingkungan mereka ada di Kemenag dan Komisi VIII yang membidangi agama.

"Kalau wisma atlet itu sepertinya mereka memang biasa makan buah-buahan," ujarnya setengah berkelakar

sumber

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Dork SQL Injection Lengkap

Kumpulan Dork Untuk Deface Website Lengkap - Oke sob, setelah lama gak berbagi tutorial hacking, kali ini Abang mau berbagi kumpulan dork lengkap untuk deface website. Kumpulan Dork ini dapat  kamu gunakan untuk mencari target website yang vuln terhadap SQLI Injection sob. Oke berikut ini kumpulan dork nya:

check this on:
inurl:iniziativa.php?in=
inurl:curriculum.php?id=
inurl:labels.php?id=
inurl:story.php?id=
inurl:look.php?ID=
inurl:newsone.php?id=
inurl:aboutbook.php?id=
inurl:material.php?id=
inurl:opinions.php?id=
inurl:announce.php?id=
inurl:rub.php?idr=
inurl:galeri_info.php?l=
inurl:tekst.php?idt=
inurl:newscat.php?id=
inurl:newsticker_info.php?idn=
inurl:rubrika.php?idr=
inurl:rubp.php?idr=
inurl:offer.php?idf=
inurl:art.php?idm=
inurl:title.php?id=
inurl:trainers.php?id=
inurl:buy.php?category=
inurl:article.php?ID=
inurl:play_old.php?id=
inurl:declaration_more.php?decl_id=
inurl:pageid=
inurl:games.php?id=
inurl:page.php?file=
inurl:newsDetail.php?id=
inurl:gallery.php?id=

Modifikasi Hyosung RX 125: Mainan Baru Tora Sudiro

Tora Sudiro yang aktor itu lagi punya ‘mainan’ baru. Yaitu, Trail Hyosung RX 125. “Tapi, kondisi motor sekarang sudah berubah total. Ganti ‘baju’ baru dan bergaya supermoto,” ujar Lerry Rachmat Rizky, builder dari rumah Modifikasi Caos Custom Bike yang terima order modifikasi dari Tora.

Bodi bawaan Hyosung RX125 dianggap sudah ketinggalan zaman. Makanya, Tora keukeuh ingin ganti baju. “Seluruh bodinya mengaplikasi milik KTM XC250 lansiran 2012,” lanjut builder yang baru dianugerahi putri pertamanya ini.  


Masih seputar ubahan bodi. Sebagai syarat tampilan supermoto, areal depan Hyosung perlu ada sentuhan. Sekaligus, hilangkan batok lampu Hyosung yang terkesan jadul. Makanya, pakai kedok depan Acerbis dan sepatbor depan khusus motor supermoto. Biar, tampilannya berubah.

Kelebihan Hyosung RX 125, suspensi depan sudah dilengkapi upside down. Jadi, untuk bergaya supermoto sangat mendukung sekali. Alasan inilah yang bikin popularitas trail buatan Korea itu masih diminati. “Minimal tak usa…

Peta JNE Surabaya Khusus Pengambilan Barang/paket dengan Alamat Surabaya

Peta menuju JNE cabang Surabaya (Ruko Surya Inti Permata Super blok A no. 7-8, Jl. Raya Juanda KM. 3 Surabaya, Telp. (031) 8673885, Fax (031) 8673886) dan Gudang Operasinonal (P) JNE Surabaya (Pergudangan Astrio Baru blok B-11, Jl. Raya Betro no. 60 A Gedangan Sidoarjo - Operasional pengambilan barang/paket pukul 09.00 - 20.00 pada hari senin-sabtu).

Untuk pengambilan barang/paket dengan alamat Sidoarjo, dapat dilakukan di JNE Kantor Perwakilan Sidoarjo dengan alamat Jl. Mojopahit no. 15-17 Sidoarjo (setelah Jl. Gajah Mada, arah RSUD Sidoarjo - dekat pertigaan putar balik ke Surabaya). Info lebih lanjut hubungi JNE Surabaya (031) 8673885.