Skip to main content

Cara mahasiswa tahun 60-an demo Soekarno tolak kenaikan BBM


Demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di beberapa kota di Indonesia, tak terkecuali di Jakarta. Mulai organisasi kemahasiswaan, buruh, hingga koalisi masyarakat sipil serentak menolak kebijakan pemerintah itu. Bahkan beberapa aksi demonstrasi mahasiswa berakhir ricuh, mereka bentrok dengan aparat.

Di Makassar misalnya, beberapa kali mahasiswa terlibat saling pukul dengan polisi. Di Jakarta, Mahasiswa UKI pun sama, mereka saling timpuk batu dengan aparat keamanan. Begitu juga di depan kompleks gedung DPR RI, demo buruh dan mahasiswa juga sempat ricuh.

Dulu, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, demonstrasi besar-besaran menolak kenaikan BBM yang berujung pada kenaikan harga bahan-bahan pokok makanan juga pernah dilakukan mahasiswa. Tuntutan mahasiswa ketika itu dirangkum menjadi Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat).

Ceritanya, waktu itu pemerintah menggelar sidang paripurna Kabinet Dwikora pada 6 Oktober 1965. Presiden, memutuskan penyelesaian politik Gerakan 30 September 1965 akan ditangani langsung oleh presiden. Namun penyelesaian masalah tak kunjung selesai sehingga menimbulkan kecemasan.

Situasi bertambah parah karena memburuknya kondisi ekonomi yang mengakibatkan kesejahteraan masyarakat semakin merosot. Laju inflasi waktu itu mencapai 650 persen. Untuk mengatasi krisis, pada 13 Desember 1965 pemerintah mengumumkan kebijakan devaluasi nilai rupiah, yaitu Rp 1.000 uang lama menjadi Rp 1 uang baru.

Puncak kegerahan mahasiswa terjadi ketika pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada 3 Januari 1966. Serentak mahasiswa yang dimotori oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI), pemuda-pemuda KAPPI dan pelajar KAPI menentang kebijakan itu. Beberapa elemen masyarakat lain juga turut dalam aksi. Gabungan berbagai elemen itu disebut front pancasila.

Tiga tuntutan mereka adalah: bubarkan PKI, rombak kabinet, dan turunkan harga atau perbaikan ekonomi. Waktu itu mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan-jalan. Di Jakarta, mahasiswa kumpul di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). Soekarno, menuduh aksi para mahasiswa ditunggangi Amerika melalui CIA.

Pada 21 Februari 1966, Soekarno merombak kabinet yang dinamakan Kabinet Dwikora. Susunan kabinet itu rupanya mengecewakan beberapa orang karena Soekarno justru menyingkirkan orang-orang yang getol meminta pembubaran PKI.

Puncak aksi mahasiswa kala itu adalah turun ke jalan-jalan. Pada hari pelantikan Kabinet Dwikora, 24 Februari 1966, para mahasiswa serentak menggelar demonstrasi. Mereka serentak mengempeskan ban-ban mobil di jalan-jalan di seluruh Jakarta. Akibatnya lalu lintas macet total.

Selanjutnya mereka menyerbu kompleks Istana Presiden. Di sana mereka bentrok dengan aparat keamanan. Satu mahasiswa UI tewas, Arif Rahman Hakim. Demonstrasi terus menjalar ke beberapa lokasi. Kantor Departemen Luar Negeri diserbu pelajar dan mahasiswa pada 8 Maret 1966. Berikutnya kantor berita China Hsia Hua juga dibakar.

Itulah cara mahasiswa Indonesia mendemo Soekarno menolak kenaikan BBM. Tak jauh berbeda dengan yang terjadi sekarang.

sumber

Comments

Popular posts from this blog

Kumpulan Dork SQL Injection Lengkap

Kumpulan Dork Untuk Deface Website Lengkap - Oke sob, setelah lama gak berbagi tutorial hacking, kali ini Abang mau berbagi kumpulan dork lengkap untuk deface website. Kumpulan Dork ini dapat  kamu gunakan untuk mencari target website yang vuln terhadap SQLI Injection sob. Oke berikut ini kumpulan dork nya:

check this on:
inurl:iniziativa.php?in=
inurl:curriculum.php?id=
inurl:labels.php?id=
inurl:story.php?id=
inurl:look.php?ID=
inurl:newsone.php?id=
inurl:aboutbook.php?id=
inurl:material.php?id=
inurl:opinions.php?id=
inurl:announce.php?id=
inurl:rub.php?idr=
inurl:galeri_info.php?l=
inurl:tekst.php?idt=
inurl:newscat.php?id=
inurl:newsticker_info.php?idn=
inurl:rubrika.php?idr=
inurl:rubp.php?idr=
inurl:offer.php?idf=
inurl:art.php?idm=
inurl:title.php?id=
inurl:trainers.php?id=
inurl:buy.php?category=
inurl:article.php?ID=
inurl:play_old.php?id=
inurl:declaration_more.php?decl_id=
inurl:pageid=
inurl:games.php?id=
inurl:page.php?file=
inurl:newsDetail.php?id=
inurl:gallery.php?id=

Peta JNE Surabaya Khusus Pengambilan Barang/paket dengan Alamat Surabaya

Peta menuju JNE cabang Surabaya (Ruko Surya Inti Permata Super blok A no. 7-8, Jl. Raya Juanda KM. 3 Surabaya, Telp. (031) 8673885, Fax (031) 8673886) dan Gudang Operasinonal (P) JNE Surabaya (Pergudangan Astrio Baru blok B-11, Jl. Raya Betro no. 60 A Gedangan Sidoarjo - Operasional pengambilan barang/paket pukul 09.00 - 20.00 pada hari senin-sabtu).

Untuk pengambilan barang/paket dengan alamat Sidoarjo, dapat dilakukan di JNE Kantor Perwakilan Sidoarjo dengan alamat Jl. Mojopahit no. 15-17 Sidoarjo (setelah Jl. Gajah Mada, arah RSUD Sidoarjo - dekat pertigaan putar balik ke Surabaya). Info lebih lanjut hubungi JNE Surabaya (031) 8673885.

Perbedaan Mobil Suzuki Carry Pick-Up Flat Deck Dengan Wide Deck

Perbedaan mobil Suzuki Carry Pick-up Flat deck dengan Wide deck ini akan melengkapi pilihan Anda yang memiliki bisnis dan membutuhkan tunggangan yang mampu digunakan untuk mengangkut barang-barang atau produk milik Anda dari satu tempat ke tempat lainnya. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menggunakan mobil ini untuk membuka usaha jasa sewa mobil atau carter mobil untuk orang yang akan pindahan rumah. Menguntungkan, bukan? Dengan cara ini, Anda bisa kredit mobil dengan mudah, karena uang hasil usaha Anda bisa digunakan untuk membayar angsuran. Permasalahannya sepertinya hanya pada mana mobil yang tepat, flat deck atau wide deck? Berikut keunggulannya.

Berikut Perbedaan Mobil Suzuki Carry Pick-Up Flat Deck Dengan Wide Deck

Untuk Anda yang pengepul apel, cabe, bunga, dan atau kayu, serta usaha lainnya mobil pick up Suzuki ini bisa menjadi pilihan terbaik karena telah berinovasi selama 20 tahun. Menyajikan yang terbaik untuk para pencinta Suzuki. Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi. Untuk lebih…