Tuesday, 20 March 2012

Pembantaian di Sekolah Yahudi, Prancis Dilanda Ketakutan


Jakarta – Prancis dilanda ketegangan menyusul terjadinya pembantaian empat orang di sebuah sekolah Yahudi di Toulouse , Prancis, Senin (19/3/2011). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Prancis mengumumkan “siaga merah”.

Laporan BBC menyebutkan, seluruh wilayah Prancis dilanda ketakutan. Aparat keamanan, tengah memburu pelaku pembantaian itu. Aparat menduga salah seorang pembatai itu adalah mantan prajurit simpatisan Nazi.

Polisi menduga penembakan itu terkait dengan dua penembakan yang menewaskan tiga prajurit Afrika Utara, beberapa pekan sebelumnya. Sebab, senjata yang dan sepeda motor skuter yang mereka gunakan sama.

Sebelumnya, seorang guru, tiga anak ditembak mati di sekolah Ozar Hatorah di Toulouse,Senin. Seorang anak lainnya mengalami luka parah dalam insiden itu. Penembakan terjadi saat banyak orang tua menjemput anak mereka. Rabi Jonathan Sandler dan dua anaknya tewas dalam pembantaian tersebut.

"Pembunuh itu muncul tiba-tiba di luar sekolah. Dia menembak secara membabi-buta ke arah siapa saja yang ada di dekatnya,” ujar Michel Valet, salah seorang pejabat di lembaga penegak hukum.

Media setempat juga melaporkan pembunuh itu sempat mengabadikan aksi mereka dengan kamera. Menteri Dalam Negeri Prancis Claude Gueant mengatakan penembak itu membawa semacam alat perekam yang diikat di dadanya.

Polisi menduga salah seorang pembunuh itu merupakan mantan prajurit yang sempat berfoto dengan bendera Swastika sambil memberi hormat ala Nazi. Mereka dipecat dari dinas militer akibat aksi neo-Nazi mereka. Namun demikian, polisi belum menemukan bukti cukup mengenai hal itu. [tjs]

INILAH.COM

No comments:

Post a Comment