
Biasanya, jika tubuh memerlukan lebih banyak air, maka pusat saraf di otak dirangsang sehingga timbul rasa haus.Rasa haus akan bertambah kuat jika kebutuhan tubuh akan air meningkat, mendorong seseorang untuk minum dan memenuhi kebutuhannya akan cairan. Mekanisme lainnya untuk mengendalikan jumlah cairan dalam tubuh melibatkan kelenjar hipofisa di dasar otak. Jika tubuh kekurangan air, kelenjar hipofisa akan mengeluarkan suatu zat ke dalam aliran darah yang disebut hormon antidiuretik. Dehidrasi terjadi bila pengeluaran cairan tubuh lebih besar dibandingkan asupannya. Kekurangan cairan biasanya menyebabkan kadar kalsium dalam darah meningkat.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi:
1. Muntah
2. Diare
3. Penggunaan diuretik (obat yang menyebabkan ginjal)
4. mengeluarkan sejumlah besar air dan garam)
5. Panas yang berlebihan
6. Demam
7. Berkurangnya asupan cairan karena berbagai alasan.
Ketika Kita mengalami yang namanya dehidrasi, fungsi tubuh kitapun akan mulai melambat dan tentu saja bekerja dengan tidak efisien. Berikut situasi-situasi yang sering Kita alami dan merupakan akibat dari dehidrasi.
- Rasa letih dan nyeri pada Sendi serta pada punggung
- Peredaran darah menurun
- Tekanan darah tinggi
- Sakit kepala dan pusing biasanya tejadi pada dehidrasi tingkat sedang dan berat.
- Kulit kering serta keriput serta terdapatnya selulit
- Melambatnya metabolisme tubuh begitu juga dengan proses pemikiran. Pada dehidrasi ringan, metabolisme melamban sebanyak 3%.
- Sistem imun menjadi rendah
- Bertimbunnya racun
- Berat tubuh menaik dan gangguan pada pencernaan Innfeksi saluran kemih Akibat-akibat yang ditimbulkan dari dehidrasi diatas bukanlah dehidrasi yang bersifat menahun namun hanyalah dehidrasi harian.
Jadi, jangan malas minum air putih ya. Ingat!! 5 gelas mengkonsumsi air putih perhari dapat menurunkan risiko kanker loh. Khususnya kanker usus besar, payudara dan juga kanker kandung kemih.
Sumber
No comments:
Post a Comment